Ini Lho Protokol Kesehatan di Sekolah saat New Normal

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, telah menetapkan rotokol kesehatan di sekolah saat new normal. Salah satu ketentuannya proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di kelas baru diizinkan untuk sekolah yang berada dalam zona hijau dan hanya untuk SMA/SMK/MA/Sederajat dan sekolah menengah pertama (SMP).

Sebagaimana diketahui bersama protokol adalah sebuah aturan. Jadi, protokol kesehatan di sekolah merupakan aturan kesehatan yang harus dijalankan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit COVID-19 di lembaga pendidikan.

Dikutip dari laman Kemdikbud, berikut ini adalah protokol kesehatan yang wajib ditaati oleh rombongan belajar (rombel) untuk panduan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa Covid-19:

1. Wajib Bermasker

Setiap sekolah mewajibkan baik guru dan siswa atau warga sekolah lainnya untuk memakai masker. Pihak sekolah juga menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir, cairan pembersih tangan dan desinfektan.

Khusus untuk sekolah luar biasa (SLB), pihak sekolah harus menyediakan masker tembus pandang untuk peserta didik tuna rungu.

2. Cek Suhu

Pengcekan suhu saat berada di sekolah diwajibkan. Peserta didik dan tenaga pengajar atau setiap orang yang memasuki sekolah akan dicek suhunya dengan menggunakan thermogun.

Hal ini berkaitan dengan aturan protokol kesehatan, peserta didik dan tenaga pengajar wajib berada dalam kondisi sehat. Orang yang memiliki penyakit komorbid (penyerta) tidak diperbolehkan masuk sekolah. Begitu juga dengan orang yang memiliki gejala Covid-19 termasuk pada orang yang berada serumah maka dilarang masuk sekolah.

3. Waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Masa transisi:

  • SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, paling cepat Juli 2020.
  • SD, MI, dan SLB, paling cepat September 2020.
  • PAUD, paling cepat November 2020.

New normal:

  • SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, paling cepat September 2020.
  • SD, MI, dan SLB, paling cepat November 2020.
  • PAUD, paling cepat Januari 2021.

4. Jarak di Kelas

Masa transisi:

  • Pendidikan dasar dan menengah haruslah jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas (standar 28-36 peserta didik per kelas).
  • SLB, jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas (standar 5-8 peserta didik per kelas).
  • PAUD, jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas (standar 15 peserta didik per kelas).

New normal:

  • Pendidikan dasar dan menengah haruslah jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas.
  • SLB, jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.
  • PAUD, jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

5. Kantin

Masa transisi:

  • Tidak diperbolehkan.

New normal:

  • Boleh beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan di sekolah.

6. Kegiatan Ekstrakurikuler dan Olahraga

Masa transisi:

  • Tidak diperbolehkan.

New normal:

  • Diperbolehkan, kecuali kegiatan dengan adanya penggunaan alat/fasilitas yang harus dipegang oleh banyak orang secara bergantian dalam waktu yang singkat dan/atau tidak memungkinkan penerapan jaga jarak minimal 1,5 meter, misalnya: basket dan voli.

7. Kegiatan Diluar KBM

Masa transisi:

  • Tidak diperbolehkan ada kegiatan selain KBM. Contoh, orang tua menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orangtua-murid, pengenalan lingkungan sekolah, dan sebagainya.

New normal:

  • Diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan di sekolah.

 

Demikianlah poin-poin penting terkait dengan protokol kesehatan di sekolah yang perlu ditaati oleh para siswa, guru maupun semua warga yang berada di lingkungan dalam sekolah ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah diberlakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *