SMK Mumbay Telah Memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP)

Setiap sekolah memiliki tanggungjawab untuk memastikan kualitas dan kompetensi para alumni atau lulusannya sehingga para lulusannya bisa langsung masuk ke dunia kerja.

Untuk menjamin hal itu, upaya minimal yang harus diterapkan oleh pihak sekolah adalah memenuhi delapan standar nasional pendidikan (SNP) yang telah ditentukan pemerintah.

SMK Mumbay telah memenuhi kedelapan standar nasional pendidikan tersebut.

“Delapan standar nasional pendidikan itu telah dipenuhi oleh SMK Mumbay,” ujar Kepala Sekolah SMK Mumbay, Koirul Ikhwan.

Setelah memenuhi 8 standar nasional pendidikan (SNP) tersebut, SMK Mumbay terus berupaya agar mendapatkan  Standar Nasional Indonesia (SNI) Award dari BSN untuk kategori perusahaan atau organisasi kecil jasa.

SNP merupakan kriteria minimal dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan. SNP tersebut diharapkan dijadikan acuan untuk menjamin mutu pendidikan.

Berikut ini adalah delapan SNP yang harus dipenuhi oleh sekolah:

  1. Standar kompetensi lulusan;
  2. Standar isi;
  3. Standar proses pendidikan;
  4. Standar pendidikan dan tenaga kependidikan;
  5. Standar sarana dan prasarana;
  6. Standar pengelolaa;
  7. Standar pembiayaan; dan
  8. Standar penilian pendidikan.

 

Pihak sekolah SMK Mumbay menyadari bahwa sekolah kejuruan harus bisa memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Mengingat, SMK akan menciptakan lulusan yang harus memiliki keterampilan mumpuni untuk bisa bersaing di dunia kerja.

“SNP untuk setiap sekolah ini penting bagi kita untuk bisa menyiapkan lulusan sekolah yang berkualitas, apalagi dalam era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang akan datang,” Tambahnya.

Dengan diberlakukannya MEA, maka semua lulusan SMK Mumbay akan bersaing tidak hanya dengan Warga Negera Indonesia (WNI), akan tetapi juga dengan lulusan dari negara lain.

“Kita akan bersaing dengan dunia ASEAN, terutama dalam hal kompetensi lulusan. Sehingga dalam persiapan persaingan ini kita terapkan standar nasional pendidikan sebagai standar minimal,” tutur Koirul Ikhwan.

“Keunggulan kami kompetensi keahlian pengolahan hasil perikanan. Dimana kompetensi ini sangat langka, tapi banyak dibutuhkan oleh seluruh industri,” akunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *