4 Kampus yang Membuka Jurusan Ilmu Logistik, Kamu Bisa Daftar Lho…

Jurusan ilmu logistik masih bisa dibilang langka di Indonesia. Buat kamu lulusan SMK ataupun SMA bisa lho menuruskan studinya di perguruan tinggi yang membuka program studi ilmu logistik.

Di jurusan ilmu logistik ini nanti kamu akan mempelajari tentang bagaimana melakukan perencanaan, pengelolaan, pengendalian, dan monitoring terhadap aliran uang, barang, energi, dan informasi, serta sumberdaya lainnya.

Tujuan dengan mengetahui ilmu logistik, sebuah perusahaan akan mampu menjalankan aktivitas perusahaannya agar berjalan efisien dari asal hingga ke tujuan, mulai dari kegiatan pengadaan, penyimpanan, penyediaan, pengangkutan, hingga pengemasan barang-barang atau bahan baku tersebut.

Selain itu kamu juga akan mempelajari bagaimana tata letak gudang yang baik sehingga dapat memaksimalkan kapasitas lahan dan meminimalisir kerusakan barang atau bahan baku produksi yang tersimpan di dalam gudang. Kamu akan mempelajari bagaimana menghitung ongkos logistik, sistem bisnis logistik, dan sistem informasi logistik.

Mengapa program studi ilmu logistik di Indonesia masih sedikit?

Ini merupakan terobosan terbaru dalam dunia pendidikan yang diminta oleh Presiden Joko Widodo dimana Perguruan Tinggi (PT) agar dapat beradaptasi secara cepat terhadap perkembangan dunia industri.

Perguruan tinggi di Indonesia harus mulai berani menyediakan dan mengembangkan jurusan atau program studi dengan menyesuaikan perkembangan zaman dan pembangunan. Dan salah satu yang menjadi pertanyaan dari Presiden adalah tidak adanya jurusan logistik yang sekarang sangat dibutuhkan.

Menurut Supply Chain Indonesia (SCI), perguruan tinggi yang telah membuka jurusan ilmu logistik masih terkonsentrasi di dua kota, yakni Bandung dan Jakarta. Itupun masih terbatas empat perguruan tinggi. Berikut ini adalah perguruan tinggi yang telah membuka jurusan/program studi (Prodi) ilmu logistik:

  1. Politeknik Pos Indonesia dengan Prodi Logistik Bisnis (D3 dan D4);
  2. Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (STIMLOG) dengan Prodi Manajemen Logistik (S1);
  3. Politeknik APP dengan Prodi Manajemen Logistik Industri Elektronika (D3);
  4. Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti dengan Prodi Logistik dan Material (D3, S1, dan S2).

Dari data tersebut terlihat bahwa jumlah perguruan tinggi yang membuka program studi logistik masih sangat minim sekali. Padahal ruang lingkup logistik yang sangatlah luas dan ini tentunya dibutuhkan jumlah SDM logistik yang banyak.

Pemerintah dan perguruan tinggi harus mengetahui kebutuhan program studi logistik yang perlu dikembangkan di daerah.

Sebagai contoh, khusus logistik yang berbasis komoditas Indonesia memiliki banyak sekali jenis komoditas. Mulai dari kelapa sawit, perikanan, perternakan, dan lain sebagainya. Kampus perlu mengkhususkan program studi yang memiliki spesialiasi untuk memberi pembelajaran hanya pada satu komodistas tertentu saja.

Misalnya Belitung sebagai kawasan penghasil ikan, kampus di daerah sana perlu membuka jurusan khusus yang menangani logistik perikanan. Di pulau Sumatera sebagai kawasan penghasil Kelapa Sawit, perguruan tinggi di sana perlu membuka program studi khusus yang menangani logistik perkebunan. Begitu pun di daerah lain seperti Brebes, sebagai penghasil Bawang Merah atau Nusa Tenggara Barat pensuplai Sapi terbesar.

Buat kamu yang tertarik untuk mendaftar di jurusan ilmu logistik, bisa kunjungi website official salah satu dari keempat kampus di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *